Shalat Berjamaah, manfaat dan Keutamaannya
Tak Berkategori

Shalat Berjamaah, manfaat dan Keutamaannya

 

Shalat berjamaah merupakan suatu perkara yang besar, melihat kedudukannya yang sangat esensial di dalam rukun Islam setelah syahadatain. juga merupakan pembeda antara seorang muslim dengan seorang kafir, serta ia merupakan sendi agama Islam

Shalat adalah amal ibadah yang akan dimintai pertanggung jawaban pertama kali, karena shalat termasuk ibadah yang utama.

Dalam sebuah hadis mengatakan. “Barang siapa baik shalat-Nya, maka baik pula amal ibadah lain-Nya.”

Shalat Pada Era Modern Saat Ini

Pada era modern saat ini, kaum muslimin telah menganggap remeh bobot nilai shalat ini, antara mereka ada yang meninggalkan shalat seluruhnya, Dan bakhan ada sebagian orang yang yang dengan sadar terkadang mengerjakan shalat dan terkadang tidak.

Sebagian lainnya ada yang shalat tetapi menyepelekannya dengan menunda-nunda waktu melaksanakannya, ada juga mengaplikasikan shalatnya tidak sempurna, bahkan  teledor terhadap salah satu syarat sah atau rukun shalat.

Shalat yang semacam itu tidaklah terbenarkan dalam agama islam jika terus-menerus mengulangi kebiasaannya. Mengulangi kesalahan tersebut tanpa menyadari atau mengira bahwa shalat yang lakukannya itu tidaklah benarkan oleh agama.

Shalat Berjamaah dan Empat Keutamaannya

Menurut Abdullah bin Safri `Ibadatul Abdali Al Ghamidi. At-Thaif, 23/3/1409 H.

  1. Shalat Berjama`Ah Melebihi Pahala Shalat Sendirian Dua Puluh Tujuh Derajat.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: (Shalat berjama`ah lebih utama daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat) Muttafaqun `Alaihi.

  1. SeseoraShalat Berjamaah Dijamin Terlepas Dari Sifat Nifaq

(“……Dan sesungguhnya pada masa dahulu ada seorang pria yang datang untuk shalat berjamaah dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia berdirikan  dalam barisan shaff shalat berjamaah) H.R. Muslim

  1. Orang Yang Shalat Berjama`Ah Terbebas Dari Segala Perangkap Syaithan.

Dari Abu Darda radhiyallahu’anhu berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Tidaklah dari tiga orang yang berada di sebuah perkampungan maupun sebuah dusun dan mereka tidak mendirikan shalat berjama`ah dalamnya, melainkan syaithan telah menguasai diri mereka.

Maka hendaklah atas kamu bersama jama`ah, sesungguhnya srigala hanya menerkam kambing yang terpisah dari kawannya”. H.R. Abu Daud dan An-Nasa`i dengan sanad jayyid.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Siapa yang datang ke masjid pagi-pagi atau setelah matahari tergelincir (maksudnya lebih awal dari waktu shalat), Allah menyediakan baginya tempat surga setiap kali dia datang. Muttafaqun `Alaih.

  1. Shalat Berjama`Ah Terhitung Disisi Allah Sebagai Pahala Dan Ganjaran Baginya, Setiap Langkah Yang Diayunkan Seorang Muslim Untuk Menegakkannya.

“Tidaklah setiap ayunan langkahnya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosa untuknya.” Sebagaimana hadits yang terdapat dalam shahihain.

Bagi siapa saja yang interest menunggu waktu shalat berikutnya tiba di dalam masjid, akan memperoleh 4 (empat) keistimewaan yaitu :

  1. Ia seperti seorang yang selalu siap tempur di jalan Allah.
  2. Dicatat baginya pahala shalat meskipun ia menantikannya dalam keadaan duduk.
  3. Para malaikat memohonkan ampunan untuknya.
  4. Jika pada saat itu dia mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur`an dan zikrullah maka akan ditambahkan baginya pahala tilawah dan zikir.

Shalat Berjamaah dan Manfaat-Manfaatnya

Merealisasikan Shalat Pada Waktunya atau Disiplin

Dari Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu’anhu  berkata : “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Apakah amal yang paling disukai Allah ?”, jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Shalat pada waktunya”  “Kemudian  apa lagi ?”, jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Berbakti kepada kedua orang tua”.

“Kemudian apa lagi ?”, jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Berjihad di jalan Allah”. Berkata Abdullah bin Mas`ud  radhiyallahu’anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyampaikan semuanya itu kepadaku, seandainya aku meminta penjelasan lebih dari itu, niscaya beliau akan menambahkannya.” H.R. Al Bukhari.

Merespon Panggilan Muadin Dengan Niat Shalat Berjamaah.

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : ((Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niatnya. Dan pahala bagi setiap orang yang beramal diberikan sesuai  dengan apa yang diniatkannya.)) Muttafaqun `Alaih.

Berjalan Menuju Mesjid Dengan Tenang.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu’anhu berkata : Ketika kami sedang shalat bersama-sama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tiba-tiba kami mendengar suara hiruk pikuk. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Apa yang terjadi dengan kalian”, jawab  mereka : “Kami tergesa-gesa hendak shalat”.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Jangan kalian lakukan itu, apabila kamu pergi shalat, berjalanlah dengan tenang. Apa yang kamu dapati dalam shalat ikutilah, dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah kemudian”. H.R. Muslim.

Allah Menjadi Saksi Atas Setiap Orang Yang Memelihara Shalat Berjamaah Di Masjid Dengan Penuh Keimanan.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 9 : 18).

Setiap Langkah Yang Diayunkan Seorang Muslim Untuk Menegakkan Shalat Berjama`Ah Terhitung Disisi Allah Sebagai Pahala Dan Ganjaran Baginya.

Setiap ayunan langkahnya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosa untuknya. Sebagaimana hadits yang terdapat di dalam shahihain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata: Rasululah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Pahala shalat seseorang yang berjamaah melebihi pahala shalat sendirian dalam rumahnya dan dipasarnya dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu apabila ia berwudhu` dengan sebaik-baiknya.

Kemudian ia pergi menuju mesjid, tidak ada tujuan lain kecuali untuk shalat berjama`ah maka tidaklah setiap langkah yang diayunkannya melainkan terangkat baginya satu derajat dan terhapuskan untuknya satu dosa.

Shalat Berjama`Ah Maka Para Malaikat Senantiasa Mendoakannya Selama Ia Masih Berada Tempat Shalatnya Dan Juga Ia Belum Berhadats.

Malaikat berdoa, “(Allahumma shalli `alaihi, Allahummarhamhu) Ya Allah, Ampunilah dia dan rahmatilah.” Dan tetap ia dianggap shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya tiba. Lafadz hadits Al Bukhari.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: (Barangsiapa yang berwudhu dalam rumahnya, kemudian dia pergi menuju masjid untuk menunaikan shalat fardhu, maka kedua langkahnya pada hitung yang satu untuk menghapuskan dosa dan yang lainnya untuk mengangkat derajatnya satu tingkat.)) H.R. Muslim.

Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Orang yang paling besar pahala shalatnya, ialah orang yang paling jauh jarak perjalanannya ke tempat shalat berjama`ah.

Dan orang yang menantikan shalat untuk dapat berjama`ah dengan imam lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat sendirian, kemudian ia tidur.” Muttafaqun `Alaih dan hadits lafadz Muslim.

Shalat Berjama`Ah Akan Terbebas Dari Perangkap Syaithan Dengan Segala Kejahatannya

Dan demikian  ia telah bergabung ke dalam jama`ah muslimin sehingga syaithan menghindar darinya.

sedangkan orang yang meninggalkan shalat berjama`ah, berarti ia telah tertundukkan oleh syaithan. Dari Abu Darda radhiyallahu’anhu berkata:

“Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Tidaklah dari tiga orang yang berada di sebuah perkampungan maupun sebuah dusun dan mereka tidak mendirikan shalat berjama`ah di dalamnya, melainkan sesungguhnya syaithan telah menguasai diri mereka.

Maka hendaklah kamu bersama jama`ah, sesungguhnya srigala hanya menerkam kambing yang terpisah dari kawanannya.” H.R. Abu Daud dan An-Nasa`i dengan sanad jayyid.

Shalat Jama`Ah Terkandung dalamnya Makna Ta`Awun `Alal Biri Wa Taqwa (Tolong Menolong Dalam Kebajikan Dan Takwa) Serta Amar Ma`Ruf Dan Nahi Mungkar.

Hal ini terlihat pada saat implementasinya, gimana kaum muslimin bersama-sama berdiri hadapan Allah dalam barisan (shaff) yang teratur dengan pimpin oleh seorang imam,

Ibarat sebuah bangunan yang kokoh sehingga mencerminkan kekuatan dan persatuan kaum muslimin. dalam shalat berjama`ah, suara kaum muslimin terhimpun menjadi satu, hati-hati mereka berpadu.

Shalat berjamaah membuat umat Islam saling mengindentifikasi satu dengan lainnya sehingga tergalang rasa solidaritas antara mereka.

Shalat Berjama`Ah Melahirkan Rasa Kelembutan Dan Kasih Sayang Sesama Muslim.

Menghilangkan sifat kesombongan dan besar diri serta dapat mempererat ikatan persaudaran seagama (ukhuwah islamiyah) maka terjadilah interaksi langsung antara kalangan tua dengan yang muda dan antara orang kaya dan yang miskin.

Kita dapat memetik banyak pelajaran keimanan dari shalat berjama`ah ini, kita dapat mendengarkan langsung alunan ayat-ayat Al Qur`an yang mengetarkan hati.

Dan ia menjadi media bagi orang yang belum mengerti untuk belajar, mengingatkan orang yang sedang lalai, dan mefasilitasi orang yang berdosa untuk bertaubat,

Shalat berjamaah bisa mengkondisikan hati menjadi khusyu` serta merasa semakin mendekatkan keimanan terhadap hal-hal yang ghaib.

 Shalat Berjama`Ah Juga, Mencerminkan  Syiar-Syiar Islam

Mampu mengentarkan musuh-musuh Islam serta menggaungkan zikrullah dalam masjid-masjid yang berdiri atas dasar ketakwaan untuk meninggikan dan menyebutkan nama-Nya.

Secara tidak langsung shalat berjamaah telah mengajak kaum muslimin lainnya untuk ikut bergabung bersama-sama dalam mendirikan shalat berjama`ah.

Terbebas dari sifat nifak dan dari kesalah pahaman orang lain terhadap dia yang mengira bahwa ia telah meninggalkan shalat yang pokok.

Syaithan Menjauh Darinya Karena Lari Ketika Mendengar Suara Azan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Ketika serukan azan untuk shalat, maka larilah syaithan sampai terkentut-kentut, sehingga tidak terdengar lagi olehnya suara aan tersebut. Apabila azan telah selesai terkumandangkan, dia datang lagi.

Kemudian jika terdengar suara qomat, dia pergi lagi, Ketika qomat selesai kumandangkan, dia datang lagi hendak menggoda orang yang shalat.”

“Ingatlah ini, ingatlah itu”, mengingatkan apa-apa yang tadinya ia tidak ingat sama sekali, sehingga ia lupa telah berapa rakaat dia shalat. H.R. Bukhari.

Berharap Agar “Amin” Yang Terucapkan Dapat Berbarengan Dengan “Aminnya” Para Malaikat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Apabila Imam membaca “Amin”, maka ucapkan pula “Amin” olehmu. Barangsiapa yang ucapan “Amin-Nya berbarengan dengan ucapan Amin-Nya malaikat, mengampuni segala dosanya yang telah lalu. H.R. Bukhari dan Muslim.

Menjawab perkataan imam ketika imam mengucapkan “Sami`allahu liman hamidah”.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Apabila imam membaca ”Sami`allahu liman hamidah”, maka bacalah,  “Allahumma rabbana lakal hamd ”. Barangsiapa yang berbarengan dengan bacaan malaikat, mengampuni segala dosanya yang telah lalu.” H.R. Bukhari dan Muslim.

 

 

“Wallahu A’lam”