Nasihat Imaam Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Newsblog

Nasihat Imaam Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Nasihat Imaam Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Nasihat Imaam Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Ikhwana mengutip dari Mina News – Nasihat Imaam Yakhsyallah di Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Nasihat Hari Raya Idul Fitri 1439 H oleh Imaam Yakhsyallah

Bekasi, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyampaikan nasihat kepada umat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. “Di Hari Raya Idul Fitri ini, mari kita sama-sama menyucikan diri. Kembali kepada fitrah,” kata Imaam Yakhsyallah pada Khutbah Idulfitri di Halaman Kelurahan Harapan Mulya, Bekasi, Jumat (15/6).

Imaam menjelaskan, cara untuk menyucikan diri ada keempat. Cara pertama adalah dengan bertaubat. Salah satu tanda seseorang bertaubat adalah ia menyesal dengan kemaksiyatan yang telah di lakukannya. “Seseorang yang telah benar-benar menyesal dengan kemaksiyatan yang telah di lakukannya, maka ia telah bertaubat,” katanya.

Cara kedua, menurut Imaam, adalah dengan bertakwa kepada Allah. Bertakwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. “Takwa bukanlah melaksanakan sunnah tetapi menyepelekan kewajiban, Takwa adalah menjalankan keduanya seusai syariat yang telah di tentukan,” katanya. (Nasihat Hari Raya Idul Fitri).

Cara ketiga, kata Imaam, adalah mendirikan shalat. Seseorang yang mendirikan shalat, berarti ia telah mentaati perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Oleh karena itu, mari kita sama-sama mentaati perintah Allah. Mari kita sama-sama saling mengingatkan untuk terus melaksanakan salah secara berjamaah,” katanya.

Cara terakhir, lanjut Imaam, adalah menolak perpecahan. Sebab, apabila seseorang mencintai perselisihan dan perpecahan berarti ia telah menolak kebenaran. “Perpecahan dan perselisihan adalah sebab kekalahan umat Islam. Hal ini pernah terjadi saat perang Uhud. Umat Islam saat itu tidak bisa mengalahkan orang kafir,” katanya. (Nasihat Hari Raya Idul Fitri).

Imaam menegaskan, perpecahan juga menjadikan lepasnya tanggung jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umat Islam yang berpecah belah. Hal ini di tegaskan di dalam Al-Quran. “Selain itu, perpecahan juga menyebabkan hilangnya ilmu,” ujarnya. (Nasihat Hari Raya Idul Fitri).

Imaam menegaskan, dengan menghindari perpecahan berarti kita hidup di dalam Al-Jama’ah, Al-Jama’ah bukan organisasi dan Al-Jama’ah bukan partai. “Al-Jama’ah adalah perintah Allah yang di aplikasikan oleh Rasulullah bersama sahabatnya dalam kehidupannya, Al-Jama’ah adalah solusi segala permasalahan bukan alternatif,” katanya.

Nasihat Imaam Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Klik link berikut untuk baca selengkapnya: https://minanews.net/nasihat-imaam-yakhsyallah-di-hari-raya-idulfitri-1439h